| |
Ketenagaan PNF
Berhimpun, Kenapa?
Memahami kembali
arti kita sebagai individu itu penting, memahami kembali tentang kita
sebagai bagian integral dari masyarakat juga penting. Kita tidak bisa
bahkan tak pernah akan bisa hidup munfarid-an, kita butuh hidup
berjamaah karena setiap individu dalam satu bingkai kehidupan pasti
saling membutuhkan, melengkapi dan saling ketergantungan. Apalagi
dalam perspektif fenomenologis, banyak persoalan bersama yang patut
kita sikapi. Hak-hak sebagai individu dan hak-hak sebagai Penilik PLS,
Pamong belajar, Tutor, Pendidik, Instruiktur, Nara sumber teknis,
acapkali diinjak-injak tapi kita hanya diam, tak berdaya kita
menyikapi penderitaan rakyat, kebrobrokan mental pejabat, dan
lain-lain, itulah setting pikir kenapa kita harus berhimpun???
Ketenagaan PNF
Berhimpun; Pilihan Tepat Dan Waras!
Ingin menjadi
tutor, instruktur, NST, pendidik yang hanya dengan mengandalkan
ijazah ? atau menjadi tutor, instruktur, NST, pendidik yang hanya
memiliki skill, atau ketrampilan tukang saja ?
Logika mana yang
mengiyakan pertanyaan pertama, padahal kita belajar dengan keilmuan
dan pengajar-pengajar yang hanya sekejab dengan system yang selalu
berubah-ubah. Dan logika mana yang mengiyakan pertanyaan ke dua,
padahal dunia kerja bukanlah dunia teks mati yang tertulis dalam
ijazah, melainkan dunia skill yang menuntut orang harus memiliki
pengetahuan, ketrampilan dan sikap serta didukung oleh kematangan
mental-emosional dan ketangguhan sosialitas.
Maka itu menjadi
keharusan bagi kita bahwa Himpunan (pendidik PAUD, Tutor Paket B,
Tutor Paket C, Tutor Paket A), himpunan Palasaba dan himpunan
Pamongsaba harus menjadi “perguruan tinggi atau gudang ilmu” ke-dua
kita.
Asal perlu
diberi catatan bahwa berhimpun disini tidak hanya untuk sebuah
penghabisan dana, sarang pungutan liar, dan sekedar formalitas
melainkan sebuah himpunan yang terdiri dari para pendidik PNF yang
memiliki akal yang waras, yang siap memberdayakan dan
mengaktualisasikan potensi masyarakat. Dan Harapan akhirnya himpunan
pendidik PNF ini bisa mejadi wadah progersif professional
yang memiliki semangat merubah diri, belajar dan berproses kemudian
melahirkan etos juang dan ikut memberikan kontribusi kepada bangsa
dan Negara, Wallahu a’lamu bishawaab.(su7ud m. ) |