|
Wirausaha bisa dimulai dengan sangat awal dan sederhana, yakni dengan
KERJA. Jangan muluk-muluk potensi kita apa, kita kembangkan.
KERJA adalah Ibadah, kebanggaan, kehormatan, awal dari rasa senang,
urusan perut, kebutuhan keluarga, laku topo sementara untuk
mendapatkan kebahagiaan nanti, pengabdian kepada diri sendiri, Negara
dan Tuhan.
Jika ingin bekerja atau mendapatkan pekerjaan “Harus Berani Keluar
Dari Kebiasaan”. Nurani kita apa, kita kembangkan dan kita kerjakan.
Tinggalkan masa lalu yang tidak prestatip, temukan apa yang salah
dalam diri kamu dan betulkan sekarang juga.
Kiat di atas adalah hasil wawancari kami dengan pemilik
usaha Renggiang Singkong,yang kini pemasarannya sudah menjarah sampai
di Kab. Pekalongan dan Kota Pekalongan. Mbak Aroh Namanya, membentuk
usaha ini setelah mendapat pelatihan, dan dukungan permodalan serta
dukungan manajemen dari SKB Pekalongan lewat dana Life Skill tahun
2003.
Kelompok usahanya bernama “Rejeki muncul” yang
beranggotakan 5 orang, omzet produksi tiap harinya mencapai 500
bungkus, tiap bungkusnya dijual Rp. 1.500,- = Rp. 750.000,-. Setelah
dikurangi dengan modal bahan
baku dan tenaga, tiap harinya keluar uang Rp. 550.000,-, maka
laba uyang di dapat tiap hari Rp. 200.000,-
Tempat usahanya tepat di jantung kabupaten pekalongan,
yang notabene sebagai daerah penghasil singkong. Tiap bulannya
singkong di daerah ini mencapai 100 ton, dan harga tiap kg rata-rata
Rp. 400,-. Bayangkan Jika singkong ini hanya dijual mentah saja maka
tidak memiliki nilai tambah-apa-apa.
Dengan adanya dana life skill SKB Pekalongan mengadakan
pendampingan kelompok ini, selama satu tahun. Pendampingan diberikan
pada saat pembelajaran sampai dengan warga belajar mandiri atau
bekerja. Bentuk pendampingannya adalah sebagai berikut :
Bantuan
Permodalan
Yakni dengan memberikan bantuan modal kepada WB untuk dapat
melaksanakan kegiatan usaha dengan anggota 5 orang.
|