|
Tahun 2006 ini ditingkat nasional maupun ditingkat propinsi
dan kabupaten/kota dilaksanakan kegiatan sosialisasi Gerakan Desa
Tuantas Buata Aksara. Kegiatan sosialisasi ini didasarkan pada
instruksi presiden nomor 5 tahun 2006 tentang gerakan nasioal
percepatan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dan
pemberantasan buta aksara, dan keberanian pemerintah kabupaten
pekalongan bahwa akhir tahun 2008 sudah tuntas buta aksara.
Sebagai kegiatan monumental pada hari Sabtu tanggal 9
September 2006 Bupati Pekalongan Hj. Siti Qomariyah, M.A mencanangkan
Pelaksanaan Gerakan Percepat Desa Tuntas Buta Akasara, dengan tema
terwujudnya pelayanan pendidikan non formal dan pencerdasan warga di
kabupaten pekalongan.
Oleh Drs. H. Umaidi, M.Si kepala dinas pendidikan kabupaten
pekalongan, ditekankan semua komponen program percepatan tuntas buata
aksara ( warga belajar, tutor, sapras yang ada di masyarakat,
penyelenggara, bahan belajar, waktu belajar ) harus terlibat secara
total dalam rangka menghidupkan kelompok belajarnya.
Tahapan Percepatan
Tahapan aksi penuntasan buta aksara diawali dengan
tahap persiapan : (1) rakor tingkat propinsi tanggal 12-13
Juli 2005 di Bandungan tentang penjelasan gerakan desa tuntas buta
aksara, (2) terus dilakukan pendataan di kabupaten pekalongan di
mulai bulan Agustus – Nopember 2005 lewat PLS dan TLD, diperoleh
jumlah buta aksara di kabupaten pekalongan tahun 2006 usia 15-44
tahun sebanyak 16.000 orang, (3)
Tahap Pelaksanaan :
(1) Sosialisasi gerakan desa tuntas buata aksara
kepada Ka. UPTD, PLS, TLD, Pamong belajar se Kab. Pekalongan tanggal
14 Desember 2005 di Kec. Wonokerto, (2) Identifikasi warga belajar
dan tutor yang dapat dibentuk kelompok belajar dilaksanakan bulan
Maret – Agustus 2006, (3) Sosialisasi kepada tim koordinasi tingkat
kabupaten tanggal
19 September 2006,
(4) pembelajaran di Mulai Juli 2006 s.d Desember 2006.
|